Kamis, 22 Agustus 2013

Berkaca



Pantaskah??
 
  • Belajar siang malam kala menempuh pendidikan menjadi pemantik berbagai prestasi akademis. Pujian dari para pengajar dan anugerah sebagai siswa terbaik menjadi tropi keberhasilan.
  • Sikap sayang, hormat dan patuh kepada kedua orang tua membuahkan doa-doa kebaikan dari mereka demi kesuksesan segala cita-cita dan sebuah bonus gelar “anak terbaik” bagi kita.
  • Rayuan manis, kata-kata gombal dan perhatian kepada sang kekasih menjadi alasan untuk sebuah balasan kasih sayang dan kesetian dari sang kekasih.
  • Bekerja keras, loyal dan profesionalitas terhadap pekerjaan dan majikan/atasan membawa kado sebuah promosi atau kenaikan penghasilan sebagai penghargaan.  
Semua usaha berujung pada tujuan pujian dan penghargaan. Semuanya nikmat dan menyenangkan.
Lalu bagaimanakah jika semua pujian dan penghargaan itu kita dapatkan dari Sang  Pemilik Kehidupan? Adakah yang mampu memperkirakan dalam bentuk apa pujian dan penghargaan dari-Nya, jika kenikmatan pujian dan penghargaan dari makhluk-Nya saja sudah begitu besarnya?
Aah, berkacalah dulu diri ini..sebelum memikirkan jawaban-jawaban pertanyaan itu, harusnya jawablah dulu
“Pantaskah diri ini menerima pujian dan penghargaan dari-Nya? Apa yang sudah diikhtiarkan dan dilakukan demi menggapai pujian dan penghargaan itu?”


5 komentar:

zachflazz mengatakan...

menjawab pertanyaan,
kalo pilihan ganda harus pake ngitung kancing baju,
kalo esay harus mimpi dulu.

memang enak kalo soalnya B-S.

hebat kan saya?

gayo mengatakan...

super duper pak. lain kali saya bikinin semua model pertanyaan dan cara menjawabnya dah. Khusus satu artikel buat bapak.muehehe

Choirul Rizal Sofyan mengatakan...

Pantaskah kita mengharapkan surgaNya, sedangkan dunia selalu ada di benak kita

gayo mengatakan...

emmm...
:nunduksambilmuter2inujungbaju

Choirul Rizal Sofyan mengatakan...

*mencoba memvisualisasikan ekspresinya*

Posting Komentar